Rabu, 31 Agustus 2011

Tukang Pantek #4


11062011, 01:03

Lagi. Tentang tukang pantek (dengan setting dan karakter yang masih sama)!

‘Sehari mereka ngopi dua kali, pagi sama sore. Ya, kasih aja dua puluh ribu buat sekali ngopi,”demikan pesan Tulang Nainggolan. Entah hanya hospitality atau memang demikian konvensi yang berlaku, hehehe.

Akhirnya saya memberikan dua puluh ribu ke tukang bor yang paling muda. Lalu berangkatlah dia dan beberapa saat kemudian dating dengan membawa satu plastik hitam.

Loh, kopinya?

Ternyata dibungkus dalam plastik kecil putih. Kayak es teh, pikir saya. Lagian, emang enak minum kopi dari plastik gitu? Nyeruputnya jadi kurang mantaf dong? Ah, survival ini, putus saya menghilangkan segala keraguan dan join kopi dengan para tukang pantek.

Ada satu bapak tukang pantek. Keknya doyan banget minum kopi. Buktinya, punya saya belum juga habis, kopi dia udah habis duluan. Bapak itu kemudian berdiri sambil berkesah,Huh-hah,huh-hah…” mirip orang kepedesan.

Tanya saya dalam hati,”Emang kopinya pedes yah?”

Tidak ada komentar: