Rabu, 31 Agustus 2011

Pouch Kopi Tubruk


Pouch Kopi Tubruk

Saya sering dongkol setiap kali menemani ibu belanja di supermarket. Bukannya tidak berbakti atau apa. Pasalnya ketika melihat produk deterjen atau mie instan sedang melakukan promo berhadiah mangkok atau piring kaca, ibu menjadi heboh sendiri: ih, bang, lihat tuh dapet mangkok! atau ih, bang, dapet piring! Kalau sudah begitu biasanya saya hanya bisa diam, takut kualat. Khan nggak keren juga pas kita belanja di supermarket tiba-tiba ada patung berbentuk manusia lagi dorong troli.

Dan sepertinya penyakit heri (heboh sendiri) ibu menurun ke saya. Beberapa hari kemarin saya belanja ke ind*maret, kebetulan kopi di rumah sudah habis dan lian, kakak saya, tak kunjung jua membelikannya. Padahal udah sakau banget tuh setelah sekian hari nggak ngopi! Tiba di ind*maret setelah memacu motor dengan tulus ikhlas. Langsung menuju ke deret minuman.

Sebenarnya tidak terlalu fanatik dengan satu merek kopi tertentu karena menurut saya setiap jenis kopi punya warnanya sendiri-sendiri, nggak cuman item? Loh? Eh, maksud saya, setiap kopi punya waktu dan momentumnya sendiri kapan dia harus diminum dan bagi tiap-tiap orang berbeda. Saya, misalnya, untuk pagi hari lebih prefer ke kopi hitam kental manis (ini bukannya susu? Eh!). Siang pun demikian, namun dengan velositas (halah!) yang lebih rendah. Untuk sore dan malam hari biasanya saya lebih suka yang agak mild, ringan, dan tidak angkuh.

Kembali ke ind*maret. Setelah sekian lama memilah dan memilih, mata saya tertuju pada satu plastik Nescafe kopi tubruk (sumpah, saya bukan endorsee-nya nestle!). Bukannya apa-apa, tapi karena mata saya tertuju pada satu stiker kecil berlatar kuning dengan tulisan merah yang menempel pada plastik bungkus paket. Dan tulisannya adalah, eng-ing-eng, berhadiah satu pouch keren!

Hahahaha, parah banget dah! Sesampainya di rumah saya buka plastik besar pembungkus rentengan kopi tadi dan menjadi kecewa karena pouch-nya kecil, tidak seperti yang saya bayangkan. Oiya, pouch tuh sejenis tempat pensil (atau dompet?) yang ada retsletingnya di bagian atas. Tapi emang bagus sih pouch-nya. Dan untungnya kecewa saya tidak berlanjut karena kopinya yang lumayan, not bad-lah!  

Tidak ada komentar: