Jumat, 26 Agustus 2011

[belum ada judul]


Tiba-tiba saja terlintas untuk bernafas untukmu—tidak tahu, tiba-tiba saja. Di dalam doa bertanya-tanya, ada apa. Tuhan diam, aku pun diam. Semoga semuanya baik-baik saja.

Aku pun terbirit-birit mencarimu. Sejuta kemungkinan berdansa seenak jidat diiringi dengan deru jantung dan darah yang mendesir labil. Cenat-cenut, tahu! Aku tekan satu biji papan kunci dengan gambar huruf ‘M’ di atasnya, mengisikannya pada kolom cari.

Kamu ubah gambar profilmu beberapa jam yang lalu, demikian catat buku. Benar saja gambar profilmu berubah. Kamu terlihat lebih gemuk sekarang, but…

picture by starseeds blog
”Jedeeeerr!” Bukan, itu bukan petir. Aku tahu itu karena hari masih siang.

… but wait, who’s that guy?

***

Delapan jam yang lalu? Tadi malam?! Aku membeku, aku membatu. Dan kamu pun bergambar dengan seorang lain, saling memunggungi dan bergandengan tangan. Di belakang kalian sebuah menara berdiri kesal—sama kesalnya denganku.

Siapa seorang lain itu? Tidak tahu dan aku tidak mau tahu—aku jawab sendiri karena kamu diam. Aku diam, semua diam; menjadi sunyi, menjadi sepi. Padahal ada kita berdua, aku, kamu, ... Eh, tiga ding, tambah satu cecunguk itu.  

***

Aku dan kamu adalah pertidaksamaan. Tidak saling beririsan pun saling melengkapi. Bukan, bukan seperti air dan minyak atau air dan api. Kamu adalah matahari dan aku kelelawar. Kita bahkan tidak saling mengenal satu sama lain.

Jangan timpakan kesalahan pada semesta karena kalaupun kita paksakan maka pilihannya ada dua. Aku yang terbakar atau kamu yang menjadi redup. Aku tidak ingin kamu menjadi redup karena kamu matahari, tapi di sisi lain malam ini belum juga usai untuk aku tinggalkan.

Dan satu hal yang ingin aku lakukan saat ini adalah berlatih tenis. Ya, tenis, supaya ketika kapan hari aku bertemu denganmu dan cecunguk itu, aku bisa mengayunkan raket listrik ini ke mukanya.

***

Oiya, mungkin setelah ini aku akan memacari bulan atau serigala.


27082011
02:37 WIB
   
      

Tidak ada komentar: