Rabu, 22 September 2010

Diduga Mencuri di Kampus, Mahasiswa Dihakimi Massa

Benjut....
Teguh Hadi Prayitno
15/07/2010 22:26 | Pencurian
Liputan6.com, Semarang: Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/7), dikejutkan dengan tertangkapnya seorang pencuri yang kepergok menggondol seperangkat komputer. Pelakunya ternyata adalah Beni Triyogantoro, mahasiswa Universitas Negeri Semarang.

Begitu tertangkap, mahasiswa semester 10 tersebut langsung diinterograsi puluhan mahasiswa yang berada di kampus. Dari pengakuan sang pelaku yang juga bekerja sebagai pengantar koran ini, sudah lima kali ia mencuri di tempat yang sama.

Khawatir terus menjadi sasaran amuk mahasiswa penghuni kampus, tersangka akhirnya dibawa ke mobil untuk selanjutnya diserahkan ke Mapolrestabes Semarang.(BJK/YUS)
Sumber: Buser SCTV

Mahasiswa PTN Mencuri di Studio TV-KU

Semarang Metro

16 Juli 2010

SEMARANG- Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Kota Semarang babak belur dihajar massa karena diduga mencuri sejumlah onderdil komputer di Studio TV-KU, Jl Nakula, Semarang Tengah, Kamis (15/7) pukul 06.00. Dia bernama Beny Triyogantoro (25), warga Karangsawo, Semarang Barat. Dari tangan mahasiswa semester 10 yang juga nyambi sebagai loper koran ini, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya sebuah hard disk merek Seagate dan motherboard merek Asus.

    Salah seorang saksi, Iwan Prasetyo (27) menuturkan, kejadian bermula ketika sejumlah pegawai merasa penasaran karena beberapa kali kehilangan barang-barang berharga. Mereka lantas menjebak dengan cara memasang kamera perekam di ruangan teknik berlokasi di lantai II. Beberapa pegawai pun melakukan pengintaian di ruangan tersebut.

    ”Tak lama kemudian, pelaku mengantarkan koran ke meja penerima di bagian depan. Setelah itu dia terlihat masuk ke ruangan teknik,” kata Iwan, juga kepala bagian teknik itu.

    Beny mengambil hard disk kemudian dimasukkan ke dalam tas sementara motherboard-nya dibawa dengan cara ditutupi koran. Sejumlah pegawai lantas mengejar dan meneriaki ”maling” kepada tersangka. Beny yang berusaha kabur ditangkap di depan Studio TV-KU. Sebelum dibawa ke kantor polisi, ia sempat dihajar sejumlah orang yang merasa kesal dengan ulahnya.

    Di hadapan polisi, Beny mengakui mencuri lima kali di lokasi tersebut. Perbuatan nekat itu dia lakukan semenjak menjadi loper koran, akhir Februari 2010. Dia berhasil mencuri sebuah komputer jinjing merek HP, kamera, ponsel dan barang-barang elektronik lainnya. ”Barang-barang hasil curian itu saya jual, uangnya untuk membeli dan upgrade komputer. Saya kecanduan bermain game di komputer,” ujar Beny. (H40, H36-52)


    Sumber: suaramerdeka.com

    Selasa, 21 September 2010

    Morotai

    (Masih) Selasa, 21 September 2010

    Tadi, kira-kira jam duaan, hujan turun sangat deras. Deras sekali, seakan-akan dia marah. Padahal tadi pas keluar makan siang matahari sedang panas-panasnya; kalau meminjam istilah teman saya, Ardi, matahari sedang lucu-lucunya, hehehehe (lucu dari Hongkong!).

    Saya teringat kejadian kemarin sore. Jiaaah, kejadian..., ya sebenarnya tidak seheboh itu sih tapi menurut saya itu sangat mengena, menohok, menusuk, menghujam jantungku, yeaaah (lebaaay!!).

    Seperti biasa, sepulang dari kantor saya dan kakak saya keleleran (umpama kata ini tidak baku, tolong carikan padanannya, please) di depan tipi. Menjelajah dari satu channel ke channel yang lain. Nonton berita, gosip, kuis-kuis yang nggak begitu jelas. Pfuuiiih!

    photo by halmaherautara.com
    Sampai akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada sebuah acara jalan-jalan di salah satu stasiun televisi swasta. Waktu itu yang menjadi obyek jalan-jalan adalah daerah terdepan di bagian utara Indonesia. Setelah membahas tentang Pulau Miangas dan sekitarnya, obyek kemudian beralih ke Pulau Morotai, Maluku Utara.

    photo by 3.bp.blogspot.com
    Sungguh, Pulau Morotai adalah pulau yang sangat indah. Pasir putihnya tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Bali. Belum lagi pemandangan alamnya yang, beeeugh, saya kasih rate bintang tujuh yang terpercaya deh, biar sama kek puyer, hehehe. Perpaduan antara gunung, bukit, pantai, pohon kelapa dan pohon-pohon lain, pokoknya top-markotop-sip-markosip-cir-gobanggocir. Apalagi pas sunset, uyeeeeee..., ampe horny gue, hehehe.
    photo by virtualtourist.com

    Sampai akhirnya si tukang narasinya bercerita tentang sejarah Pulau Morotai, terutama saat Perang Dunia II. Sebelumnya saya pernah baca tentang Jendral Douglas McArthur dan strategi “lompat kataknya” untuk membendung fasisme Dai Nippon di kawasan Pasifik. Setelah dari Hollandia (Jayapura) kemudian McArthur lompat ke Morotai. Yang membuat saya bingung adalah, kenapa harus Morotai? Kenapa nggak pulau lain? Seberapa strategis Morotai bagi AS sehingga mereka harus merebut Morotai? Seberapa strategis Morotai sehingga Jepang juga mempertahankannya habis-habisan? Entahlah.
    photo by koran-jakarta.com
    Sampai akhirnya AS berhasil merebut Morotai sampai kemudian McArthur benar-benar return ke Filipina dan selanjutnya menerobos terus ke Jepang.

    Yang menjadi refleksi bagi saya adalah orang-orang luar, orang-orang yang (menurut saya) berpikiran maju memanfaatkan sedemikian rupa sumber daya yang mereka punya, sekecil apapun itu. Perebutan Pulau Morotai oleh Amerika Serikat menurut saya menghasilkan efek yang sangat dahsyat, baik secara psikologis maupun strategis.

    Bertolak belakang dengan pemerintah sekarang ini yang baru koar-koar ketika musuh sudah di depan mata. Sesungguhnya kedaulatan adalah harga mati yang dengan apapun juga tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ibarat lo punya anak cewek, diperkosa orang; nggak mungkin lo bilang ‘oh ya udahlah mo gimana lagi’.

    Bagaimana bisa berbicara tentang kedaulatan ketika integritas wilayah saja masih belum jelas. Sipadan dan Ligitan seharusnya membuat pemerintah semakin mawas diri dan sadar bahwa ada satu masalah vital yang masih belum terselesaikan.

    Masalah sengketa perbatasan dengan malontolol ini juga menjadi salah satu pertanyaan dalam ujian tulis substantif kemlu kemarin. Deklarasi Juanda, pengakuan dunia internasional atas konsep negara kepulauan menurut saya menjadi disguise in blessing bagi pemerintah. Ok, ada acknowledgement dari dunia internasional terhadap negara-negara kepulauan. Tapi ini meninggalkan pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pemerintah Republik Indonesia (terutama bagi para diplomat) untuk menegaskan kembali wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Semoga saja para diplomat yang cerdas itu bisa menyelesaikan masalah perbatasan. Sekecil apapun itu, itu punya kita, punya Indonesia!

    Jangan ganggu GARUDA yang sedang tidur!  

    Koneksi Internet Mati

    Selasa, 21 September 2010

    source of photo
    Hampir 2 bulan ini, sejak sebelum puasa sampai sekarang selesai lebaran, internet di kantor mati. Nggak bisa ngecek e-mail, nggak bisa yeem-an, nggak bisa ngaskus, hemph.... Cuma bisa bengong. Karena saya termasuk orang yang ogah rugi, akhirnya saya memutuskan untuk meningkatkan karir solitaire saya. Catatan waktu terbaik saya masih di sekitar 180-an detik.
    Semangat!