Jumat, 1 Januari 2009 (14:15 WIB)
#nowplaying: Andre Harihandoyo & Sonic People - Scream
abis selese nyetrika, ngeliatin dan ngedengerin lian lagi sibuk nelfonin mertua dan kerabatnya ngucapin selamat taon baru. lucu, pake bahasa batak. trus akhirnya ikut-ikutan latah berlatih bahasa batak dengan mamah sebagai sparing partner.
yang ada di otak saya saat itu adalah ‘oia ya, gue batak’.
muncul sebuah, yaah, let’s say, tanggung jawab kultural saya sebagai manusia yang berbudaya untuk melestarikan bahasa batak.
inget dulu pas mau magang di s*tneg. dua taon yang lalu. sebelom brangkat saya persiapan mati-matian―ya meski gak ampe mati sih—nyiapin english saya, oral maupun anal. pikir saya waktu itu adalah gak mau malu-maluin almamater. walhasil, tidurlah saya... hlooooh?
satu hal yang gak saya sadari adalah hidup tuh kompleks. kita gak bisa ngeliat secara parsial. kudu utuh. yang gak saya sadari adalah di jakarta saya juga ketemu dengan temen-temen blue collar, bahkan mereka yang pakai gak collar. juga kolor.
transportasi, terlebih di jakarta, untuk beberapa jalur "dikerjakan" oleh orang batak, hehehe. yang saya sesalkan adalah ketidakmampuan saya untuk berkomunikasi dengan mereka. bukan untuk nunjukin eksistensi saya sebagai orang batak, tapi lebih dari itu. emang sih bisa dengan bahasa Indonesia ditambah dengan dialek melayu-medan artifisial sebagai garnish, mungkin bisa munculin efek batak. tapi dengan berbahasa batak ada efek psikologis yang saya harapkan bisa timbul ketika berinteraksi dengan mereka. Rasa kekeluargaan. Batakhood. huahahaha, kek geng motor.
**
dengan bahasa batak saya bisa ngobrol dengan siapa aja. saya bisa "ngobrol" dengan politisi, jenderal, dokter :), pendeta, agen intelijen, wartawan, petani, pedagang, diplomat, jaksa, pengacara, guru, dosen, pelaut (saya juga baru tau kalo di laut juga ada orang batak. bah?!). dengan bahasa batak saya juga bisa "ngobrol"sama sopir bis, kenek, garong, copet, tukang tambal ban, penjahat, narapidana, tukang todong, dan masih banyak lagi.
kadang saya juga miris kalo ngeliat orang-orang bule itu lebih tau Indonesia daripada kita orang Indonesia. mungkin ini salah satu resolusi saya di tahun 2010, yeah belajar bahasa batak. bukan untuk sebuah chauvinisme sempit, tapi demi memelihara kultur luhur yang dititipkan sama oppung-oppung itu ke saya dan segenap napposo bulung se-Jateng dan DIY, huahaha. semangat untuk terus belajar.
NB: selain kata-kata yang udah saya kuasain seperti: horas, bodat, dan biang, akhirnya dalam beberapa menit saya udah menguasai satu kalimat dalam bahasa batak yang bunyinya demikian: Adong heppeng Abang disayang, molo soadong Abang ditendang. Bah! Ai dia do??
Selesai.