Sabtu, 25 Juni 2011

membingkai kosong

[ ]

Hidden Agenda

to get her;
to gather, together.
to gather together:
to get her.




bekasi, 26062011

Rabu, 22 Juni 2011

Pulang

picture by Google
Sebut gue romantis, gak progresif, dan gak bisa diajak maju. Tapi gue suka inget-inget kejadian yang udah-udah; nggak tau kenapa, selalu ada aja hal yang bisa dikenang, diketawain. 
Belakangan ini gue lagi suka ngedengerin lagunya Folat Float yang berjudul "Pulang". Nggak tau kenapa, easy to listen aja. Lagian liriknya juga pas sama suara vokalisnya.. Gue jadi inget satu ungkapan, nggak tau, keknya dari film, gue lupa, yang isinya gini:
"Hidup adalah perjalanan yang membawa kita kembali pulang..."

Wuidiiiih, daleeem cing!




Kamis, 16 Juni 2011

Tukang Pantek #3


11062011, 00:38

Masih tentang tukang pantek. Sekitar dua hari mereka mengerjakan sumur di rumah Lian. Menarik ketika memperhatikan ‘baju dinas’ yang mereka kenakan. Ketika dateng, baju yang mereka pakai dapat dibilang cukup rapi. Kemeja dan celana bahan. Namun ketika hendak mulai ngebor mereka melucuti kemeja dan celana bahan dan menggantinya dengan celana pendek dan kaos yang sudah merka pakai dari rumah.

Satu hal lagi yang menarik adalah ada salah satu dari mereka yang mengenakan kaos bergambar lambang partai sebagai ‘pakaian dinas’ mereka. Kaos partai tersebut bertuliskan nama calon anggota legislatif dan calon presiden yang mereka usung. Bahannya? Tentu saja bukan kaos polo yang mewah itu, melainkan selembar kain tipis (teman saya menyebutnya ‘saringan tahu’) dengan sablon murah yang dikerjakan secara marathon oleh pihak konveksi yang girang karena mendapat order yang gila-gilaan. Ada pula yang berbahan kain parasit yang panas itu.  

saya jadi berpikir. Sekarang 2011 dan pemilu (pilpres) terakhir dilaksanakan pada 2009. Jadi kurang lebih sudah dua tahun pemerintahan yang sekarang berjalan. Dan hasilnya…?

Eng-ing-eng…

Ternyata tidak jauh beda dengan dua tahun kemarin. Mungkin pemerintah akan berkilah,”Tunggu, kita masih berproses dan proses tersebut belum selesai.” Dan berjuta-juta alasan akan mereka lontarkan. Memang kita diajarkan untuk menghargai proses, tapi bukan berarti kita dilarang untuk menuntut hasil. Seharusnya sedari awal, sebelum memutuskan maju untuk RI-1 pemerintah sudah punya konsep yang jelas, visi tentang apa yang akan mereka kerjakan lima tahun ke depan.  Seharusnya pemerintah punya target yang realistis dan bukan malah me-make-up statistik demi narsisme politik. Klaim keberhasilan pembangunan menjadi paradoks ketika kenyataan di lapangan menegasikan semua laporan-laporan yang bikin bapak senang.

Simpulan saya, pemilu adalah sebuah proses politik yang mahal untuk menukarkan nasib rakyat lima tahun ke depan dengan selembar kaos butut.  

Tukang Pantek #2


10062011, 23:44

Masih tentang tukang pantek, dengan setting dan karakter yang sama.

Satu hal yang saya kagumi dari sekelompok tukang pantek ini adalah, di tengah deru genset yang berisik itu mereka masih bisa berkomunikasi tanpa terdistorsi sedikitpun. Semua informasi yang mereka ucapkan terserap dengan baik tanpa perlu berteriak. Padahal pada situasi biasa (normal) saya agak kurang memahami perkataan mereka karena mereka seperti bergumam, bukan berbicara, hehehe. Dengan dialek (seperti) campuran Sunda-Betawi mereka berkomunikasi satu sama lain.

Kemudian menjadi sebuah renungan bagi saya…

Komunikasi vertikal. Dengan Allah. Saya jadi berpikir, apa memang nature manusia seperti ini, tapi yang jelas jamak kita (atau saya) alami ketika sedang ada masalah, merasa sendiri, dan tidak berdaya kita langsung ingat kepada Tuhan yang Empunya hidup. Natural.

Namun ketika genset kebahagiaan berderu kita seolah-olah sulit untuk datang dan berterima kasih kepada Tuhan. Janganpun dateng, inget aja kagak! Ck. Saya kemudian coba memposisikan diri sebagai Allah dan hasilnya, saya tidak terima diperlakukan seperti itu: habis manis sepah dibuang.

Sungguh, betapa Allah Mahasabar!

Adalah luar biasa karena di dalam keberdosaan saya Allah masih mau menyapa saya melalui tukang pantek. Hanya bisa bersyukur karena di dalam kekurangajaran dan ketidaksopanan saya, saya masih diberi kesempatan untuk menikmati kemurahan-Nya.

Thank God.

Tukang Pantek #1

31052011, 00:03

Waktu itu pemerintah secara mendadak memutuskan cuti bersama karena hari senin diapit oleh hari minggu dan libur waisak. Sempat menjadi pergunjingan karena tidak seperti biasanya pemerintah mengeluarkan keputusan mefet. JK bilang, seharusnya keputusan cuti bersama dibahas satu tahun sebelum kalender. 

Dan ketika banyak orang pergi berlibur (holiday!) bersama sanak dan kerabat, tulang nainggolan (teman kantor lian, kakak saya) memilih untuk memperdalam sumur di rumah barunya. Dan atas nama efisiensi dan efektifitas, maka tulang pun mengajak lian untuk memperdalam juga sumurnya,”sekalian…”ujarnya.
Oia, rumah baru tulang nainggolan berada satu blok dengan rumah barunya lian. Rumah tulang nomor delapan, sedangkan lian sepuluh. Sebenarnya agak riskan juga memilih rumah di blok itu karena terletak di pinggir (?!) jalan ‘protokol’ desa. Lalu lalang lalu lintas menjadikan lingkungan tersebut menjadi agak kurang nyaman bagi tumbuh kembang anak. Belum masalah keamanan. mencoba untuk berpikir positif. Viva positiva!

Kembali ke masalah sumur. Kemudian tulang menyewa jasa tukang bor sumur; orang sini menyebutnya tukang pantek. 

Padahal waktu itu saya memutuskan untuk hibernasi. Tapi kemudian mencium gelagat ‘ga enak’. Dan benar saja, lian menyuruh saya untuk ke tempat tulang,”sekalian belajar ngawasin, biar ga dibohongin,”begitu katanya. Sempat menolak,”ogah ah, kamu aja!”

“Loh, khan kamu yang cowok?” menjadi bingung dengan jawaban ini: sebenarnya siapa yang mendiskriminasikan gender? 

illustration by lifewater
Akhirnya dengan gontai melangkahkan kaki ke blok depan, ke tempat tulang. Setelah bertemu dengan tulang, dikenalkan dengan tukang panteknya. Satu tim, terdiri dari tujuh orang laki-laki, dengan komposisi: satu aki-aki, satu pemuda seumuran dengan saya, dan sisanya bapak-bapak yang umurnya berkisar 40-50 tahun. Entah kenapa ketika melihat grup tukang pantek ini di kepala saya terngiang,”you know me so well, girl I love you, girl I heart you…!”

Hahaha…



Selasa, 14 Juni 2011

T.R.U.C.K

30052011

image by softonic
belakangan ini gw lagi doyan maen game euro truck simulator. game lama sih, tapi lumayan kog. jadi ceritanya tuh kita jadi sopir truk kontainer gitu deh, dan untuk levellevel awalnya kita disuruh nganter barang dengan upah yang bervariasi, tergantung jarak. untuk permulaan, kita disuruh nganternganter barang ke tiga kota di inggris: london, manchester, dan newcastle. kalo udah punya banyak duit keknya bisa ekspansi bisnis ke eropa daratan. yaiyalah, buat nyebrang (selat) dover aja ditarik 52,000 pounds. aje gile! tapi menurut gw, game ini kurang menantang karena jalanjalan di inggris mulusmulus. coba kalo settingnya indonesia, huahahaha, bakal jadi adventure nih game. gimana nggak? jalan belobang, patah as, ban bocor, bajing loncat, ampe dipalak aparat, kelewatan emang! hahahaha :D

gw nulis ini, selain lagi doyan maen truck simulator, juga garagara lagi santer di tipi, truk dilarang masuk tol dalam kota. di jakarta! awalnya sih dari KTT ASEAN yang diadakan di jakarta, untuk antisipasi keamanan. setelah KTT ternyata pemprov dki ketagihan, katanya lumayan ngurangin macet. tapi ga juga, yang ada hanya pemindahan titik kemacetan ke luar kota (serpong?). ampe di tipi gw liat, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan warga jakarta, mendukung pelarangan truk masuk kota. menko hatta bilang truk boleh masup, si kumis foke bilang ga boleh!

miris ngeliat sopirsopir truk yang mogok tanggal 27 mei kemaren, baca kaos yang mereka pake yang bertulis ‘udah dipungli, dilarang masuk kota lagi!’

image by pesatnews
gw cuma ga habis pikir, kenapa untuk kebijakan sestrategis ini pemerintah (pusat maupun daerah) seenak jidat mutusinnya. kalo gw ga salah catet dulu pas pelajaran ekonomi, distribusi adlh kegiatan ekonomi yang sama pentingnya dengan produksi dan konsumsi. ya iyalah, kalo nggak ntar siapa yang mo nganterin barang dari produsen ke konsumen?

untuk hal yang satu ini gw setuju sama ichsanudin noorsy. tadi di jaktv dia bilang, seharusnya yang dibangun adalah kereta api, kalo perlu double track! pola transportasi (distribusi) indonesia adalah mahal (bahan bakar). gw pikir, bener juga sih. belom kalo harga minyak naek, ga kebayang efeknya bakal berlipat (produksi dan distribusi).

gw juga pernah baca waktu kuliah dulu (cieeeh), kuliah sejarah amerika kalo ga salah. waktu mo ekspansi ke bagian barat yang mereka bangun ya kereta api. jalur kereta api yang membentang sekian ribu kilometer dari amerika bagian timur ke bagian barat dibangun oleh imigranimigran dari china, irlandia, hispanik, maupun afro-amerika. 

pun dengan pemerintah kolonial belanda dulu pas ngejajah indo, waktu itu mereka bikin jalur rel di sepanjang pulau jawa. yah, bener juga karena kereta api yang paling efektif buat mobilisasi pasukan, membawa hasilhasil jarahan ke batavia, komunikasi, dan lain sebagainya.

[menghela nafas]

get well soon, indonesia…  

tidak seksi lagi

10062011, 23:50


photo by newsanchoradmirer.wordpress
Menyaksikan ‘kabar arena’ di TvOne. Entahlah, mungkin hanya perasaan saya saja, tapi sejak berponi Putri Viola kelihatan tidak seksi lagi. Menurut saya, akan menjadi sempurna ketika b**bies-nya yang montok itu (berharap bukan ilusi optik) dipadukan dengan rambut ikalnya yang dulu. Ck!