Kamis, 16 Juni 2011

Tukang Pantek #1

31052011, 00:03

Waktu itu pemerintah secara mendadak memutuskan cuti bersama karena hari senin diapit oleh hari minggu dan libur waisak. Sempat menjadi pergunjingan karena tidak seperti biasanya pemerintah mengeluarkan keputusan mefet. JK bilang, seharusnya keputusan cuti bersama dibahas satu tahun sebelum kalender. 

Dan ketika banyak orang pergi berlibur (holiday!) bersama sanak dan kerabat, tulang nainggolan (teman kantor lian, kakak saya) memilih untuk memperdalam sumur di rumah barunya. Dan atas nama efisiensi dan efektifitas, maka tulang pun mengajak lian untuk memperdalam juga sumurnya,”sekalian…”ujarnya.
Oia, rumah baru tulang nainggolan berada satu blok dengan rumah barunya lian. Rumah tulang nomor delapan, sedangkan lian sepuluh. Sebenarnya agak riskan juga memilih rumah di blok itu karena terletak di pinggir (?!) jalan ‘protokol’ desa. Lalu lalang lalu lintas menjadikan lingkungan tersebut menjadi agak kurang nyaman bagi tumbuh kembang anak. Belum masalah keamanan. mencoba untuk berpikir positif. Viva positiva!

Kembali ke masalah sumur. Kemudian tulang menyewa jasa tukang bor sumur; orang sini menyebutnya tukang pantek. 

Padahal waktu itu saya memutuskan untuk hibernasi. Tapi kemudian mencium gelagat ‘ga enak’. Dan benar saja, lian menyuruh saya untuk ke tempat tulang,”sekalian belajar ngawasin, biar ga dibohongin,”begitu katanya. Sempat menolak,”ogah ah, kamu aja!”

“Loh, khan kamu yang cowok?” menjadi bingung dengan jawaban ini: sebenarnya siapa yang mendiskriminasikan gender? 

illustration by lifewater
Akhirnya dengan gontai melangkahkan kaki ke blok depan, ke tempat tulang. Setelah bertemu dengan tulang, dikenalkan dengan tukang panteknya. Satu tim, terdiri dari tujuh orang laki-laki, dengan komposisi: satu aki-aki, satu pemuda seumuran dengan saya, dan sisanya bapak-bapak yang umurnya berkisar 40-50 tahun. Entah kenapa ketika melihat grup tukang pantek ini di kepala saya terngiang,”you know me so well, girl I love you, girl I heart you…!”

Hahaha…



Tidak ada komentar: